DPP - Wanita Katolik Republik Indonesia *** e-mail : info@dpp-wanitakatolik-ri.com * * *

Sejarah WKRI


WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA
sekilas sejarah awal pembentukan
(COPY BLOG : DEWAN PENGURUS RANTING UNGARAN, JAWA TENGAH)

Siapakah Pendiri Wanita Katolik RI? Untuk mengenal cita-cita dan sejarah Wanita Katolik, kita harus mengenal lebih dahulu riwayat perjuangan seorang puteri bangsawan dari Kerajaan Yogyakarta bernama :

R.Ay. MARIA SOELASTRI SOEJADI DARMASEPOETRA SASRANINGRAT


Ibu R.Ay.Maria Soelastri, lahir pada tgl. 22 April 1898, adalah putra ke-5 (puteri ke-3) dari Pangeran Sasraningrat, Putera Mahkota Sri Paku Alam III dan adik kandung R.A.J. Sutartinah (Nyi Hadjar Dewantara). Sejak kanak-kanak sampai remaja, Ibu Soelastri Soejadi (baca: Suyadi) selalu ingin tahu mengenai kebudayaan bangsa lain, kebudayaan Barat dan aktivitasnya, budi pekerti dan kecerdasannya, untuk menjawab pertanyaan yang selalu ada dalam hati dan pikiran beliau mengapa tanah air kita dikuasai bangsa Barat dan terdesak hingga tinggal Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta. DIY ini ada atas dasar persetujuan “Bedah Mataram” di desa Giyanti dekat Salatiga. Dalam perjanjian ini dicantumkan bahwa penjajah tidak dapat mencampuri pemerintah DIY. Itulah sebabnya rakyat Yogyakarta yang dipimpin oleh seorang raja (Hamengku Buwono I) dan pengganti-penggantinya selalu waspada terhadap infiltrasi poliitik dari luar.

(Baca selanjutnya)

Pelurusan Sejarah Wanita Katolik RI

Pelurusan Sejarah Wanita Katolik RI
(Dibacakan pada Rakornas Wanita katolik RI, tanggal 14 Oktober 2011)

Ibu-Ibu Pimpinan DPD dan YDI yang saya kasihi, para Romo Penasihat Rohani dan Ibu-ibu Pendamping yang saya hormati, Perkenankan pada kesempatan ini saya, selaku Pimpinan Tertinggi Organisasi Wanita Katolik, memberikan sedikit penjelasan untuk pelurusan sejarah Wanita Katolik RI seperti telah dibacakan pada awal Perayaan Ekaristi Pembukaan Rakornas 2011 kemarin.

Sejarah yang kemarin dibacakan dalam Misa Pembukaan diambil dari Ensiklopedi Gereja, Jilid IX Tr – Z , halaman 135. Ensiklopedi ini ditulis oleh Rm. Adolf Hueken, SJ dan diterbitkan oleh Yayasan Cipta Loka Caraka, Tahun 2006. Dalam penjelasan singkat mengenai Organisasi Wanita Katolik RI terdapat sebaris kalimat “Waktu Pendudukan Jepang WK bergabung dengan Partai Katolik”. Pernyataan ini keliru oleh karena itu perlu diluruskan.

Pertama, Wanita Katolik RI tidak pernah bergabung dengan Partai Katolik atau partai apapun sejak berdiri hingga saat ini. Kekeliruan terjadi karena pernah pada masa seperti disebutkan, Ketua Organisasi (yang saat itu adalah Ibu Kwari) sangat aktif berorganisasi – termasuk salah satunya menjadi anggota Partai Katolik. Jadi, kegiatan kepartaian yang dilakukan oleh Ibu Kwari pada zaman itu adalah kegiatannya sebagai pribadi bukan sebagai Pimpinan Organisasi dan atas nama Organisasi. Selaku Ketua Organisasi seringkali segala tindak dan langkahnya sebagai pribadi seringkali dipandang dan/atau dikaitkan dengan Organisasi.

Kedua, dalam AD/ART Organisasi dinyatakan bahwa Visi Organisasi
(AD Pasal 6, halaman 3) adalah organisasi kemasyarakatan wanita Katolik yang mandiri, memiliki kekuatan moral dan sosial yang handal, demi tercapainya kesejahteraan bersama serta tegaknya harkat dan martabat manusia. Implikasi dari komitmen seperti tertuang dalam Visi ini adalah Organisasi harus menegakkan dan menjaga independensi, tidak dapat bergabung dengan partai atau pihak tertentu yang pada akhirnya akan melemahkan perjuangan mencapai kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia. Rumusan visi ini dan interpretasinya berangkat dari sejarah panjang Wanita Katolik RI yang tidak pernah bergabung dengan partai politik mana pun.

Ibu-Ibu, Romo dan Para Pendamping yang saya hormati, Semoga penjelasan ini dapat digunakan sebagai pijakan untuk meluruskan sejarah Organisasi kita tercinta, Wanita Katolik RI. Dan, mumpung sebentar lagi kita akan memulai Rakornas 2011, mari kita bersama memikirkan jalan terbaik mendokumentasikan sejarah Organisasi untuk diwariskan kepada generasi penerus kita.

Sekali lagi saya mengucapkan selamat melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Nasional 2011

Sejarah WKRI

KONFERENSI
1930 : Konferensi I di Yogyakarta – Nama perkumpulan : POESARA WANITA KATOLIK – Sudah mempunyai Anggaran Dasar (AD)
1934 : Konferensi II di Solo - Nama organisasi : PANGREH AGENG WANITA KATOLIK
1936 : Mengikuti Kongres Wanita Katolik sedunia di Brussel, dipimpin oleh Ibu B. Kwari Sosrosoemarto


1937 : Konferensi III di Yogyakarta
1938 : Konferensi IV di Muntilan
1940 : Konferensi V di Muntilan - Pada jaman Jepang semua organisasi dilarang, kecuali FUJINKAI. - Setelah proklamasi, atas anjuran Mgr.A.Soegijapranata SJ., Wanita Katolik bangkit lagi sebagai organisasi yang mandiri.
1949 : Setelah Kongres Umat Katolik se Indonesia (KUKSI) Ibu Kwari membentuk Panitia Persiapan menghidupkan organisasi Wanita Katolik di seluruh Indonesia.
1950 : Konferensi VI di Yogyakarta dibentuk. Pengurus Pusat dipimpin Ibu Kwari Sosrosoemarto. Konferensi menetapkan ‘SANTA ANNA’ sebagai Pelindung Wanita Katolik RI. Saat itu sudah memiliki 52 Cabang.


KONGRES
1952 : Kongres I di Surakarta, Wanita Katolik RI mendapat status Badan Hukum dari Departemen Kehakiman dengan No. J.A 5/23-8 tgl. 5 Februari 1952, berlaku untuk seluruh Indonesia. Ditetapkan juga : - Vandel Organisasi - Menyempurnakan AD/ART - Menyusun program kerja
1954 : Kongres II di Jakarta Menetapkan kedudukan Dewan Pimpinan Pusat berlokasi di Jakarta.
1956 : Kongres III di Malang
1959 : Kongres IV di Yogyakarta
1960 : Kongres V di Surabaya
1961 : Kongres VI di Bandung
1965 : Kongres VII di Semarang - Dalam Kongres ini Pancasila dicantumkan dalam Anggaran Dasar (AD) - Pembentukan Yayasan Dharma Ibu untuk penanganan masalah Pendidikan & Kesehatan


1967 : Kongres VIII di Jakarta
1970 : Kongres IX di Jakarta
1974 : Kongres X di Yogyakarta
1978 : Kongres XI di Jakarta
1981 : Kongres XII di Bandung
1984 : Kongres XIII di Surabaya – Mencantumkan Solidaritas & Subsidiaritas sebagai pengembangan organisasi - Mencantumkan Pancasila sebagai Dasar Organisasi
1987 : Kongres XIV di Jakarta – Masa bakti DPP & DPD dari 4 tahun menjadi 5 tahun – Pemantapan Yayasan Dharma Ibu


1993 : Kongres XV di Yogyakarta Menghasilkan Pembaharuan & Penyempurnaan a.l: tentang wilayah kerja Wanita Katolik RI menurut Struktur Pemerintahan. - Dewan Pengurus Pusat (DPP) – Tk. Nasional - Dewan Pengurus Daerah (DPD) – Tk. Prop./Keuskupan - Dewan Pengurus Cabang (DPC) – Tk. Kab. /Kotamadia
1999 : Kongres Luar Biasa XVI, Februari 1999 di Caringin Bogor.
2004 : Kongres XVII di Jakarta
2008 : Kongres XVIII di Bali, bulan Nopember
2013 : Kongres XIX di Jakarta, 28-31 Oktober 2013


Visi & Misi
1. VISI Wanita Katolik RI adalah:
Organisasi yang bersifat sosial aktif, mandiri, memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia

2. MISI Wanita Katolik Ri adalah:
a. Mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajaran Wanita Katolik RI, guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam masyarakat
b. Menghimpun aspirasi dan mengaktualisasikan potensi Wanita Katolik RI agar karya pengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan,
c. Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan
d. Mengupayakan lingkungan hidup yang seimbang.




DPP - WANITA KATOLIK - RI

Sekretariat

Telepon nomor: (021) 4758949
Fax nomor: (021) 475 7257
Email: info@dpp-wanitakatolik-ri.com

Dana Solidaritas ke rekening berikut:
1. BCA atas nama Wanita Katolik RI:
660 030028 6
2. Bank Mandiri atas nama Perkumpulan WK:
123 000 549 3418
Jangan lupa diberi keterangan DANA SOLIDARITAS

Nama Pimpinan:

(Masa Bakti 2013- 2018)
Ketua Presidium: Justina Rostiawati
Anggota Presidium I: Hildegard Della Pradipta Anggota Presidium II: Anastasia Irawatie Soedjadi


 

Kitab Suci Harian


Contact Information

DPP-WANITA KATOLIK-RI Sekretariat DPP-Wanita Katolik-RI
Phone: (021) 4758949
Fax: (021) 475 7257
info@dpp-wanitakatolik-ri.com