*DPP - Wanita Katolik Republik Indonesia *** e-mail : info@dpp-wanitakatolik-ri.com * * *

Visi & Misi

Visi

Wanita Katolik RI adalah:
Organisasi yang bersifat sosial aktif, mandiri, memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia

Misi
Wanita Katolik Ri adalah:
a. Mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajaran Wanita Katolik RI, guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam masyarakat.
b. Menghimpun aspirasi dan mengaktualisasikan potensi Wanita Katolik RI agar karya pengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan,
c. Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan
d. Mengupayakan lingkungan hidup yang seimbang.

Memantapkan Komitmen Organisasi dalam Mewujudkan Ketahanan Masyarakat

Memantapkan Komitmen Organisasi dalam Mewujudkan Ketahanan Masyarakat

Dalam Rangka Ulang Tahun Wanita Katolik RI ke-92 Sambutan Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI

Dengan penuh rasa syukur dan bangga saya menyampaikan Salam Dirgahayu Wanita Katolik Republik Indonesia! kepada segenap Anggota dan jajaran Pengurus di seluruh Indonesia.

Ibu-ibu segenap Anggota Wanita Katolik RI yang saya kasihi,

Setiap memperingati ulang tahun organisasi, kita diingatkan pada perjuangan ibu-ibu pada zaman Belanda dulu di tahun 1924. Pada waktu itu sekelompok Ibu, yang bukan perempuan biasa tapi perempuan-perempuan alumni Sekolah Mendut, memperjuangkan harkat dan martabatnya dengan menunjukkan kepedulian dan bela rasa terhadap nasib para perempuan buruh pabrik rokok – pabrik cerutu di wilayah Yogyakarta. Zaman itu perempuan ‘priyayi’ dipingit pada usia sangat muda – tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi apalagi melakukan tindakan-tindakan di luar batas-batas kesopanan menurut zaman itu. Akan tetapi Ibu-ibu kita sudah sangat menyadari pentingnya memperjuangkan nasib para buruh (perempuan). Mereka berjuang dengan mengacu pada Rerum Novarum, Ensiklik pertama Ajaran Sosial Gereja yang diterbitkan oleh Paus Leo XIII pada 15 Mei 1891. Ensiklik ini adalah surat terbuka kepada semua uskup yang diantaranya membahas kondisi kelas pekerja dengan mendukung hak-hak buruh untuk membentuk serikat buruh, kesejahteraan umum, persaudaraan antara yang kaya dan miskin, serta tugas Gereja dalam membangun keadilan sosial. Demikianlah awal perjuangan dan terbentuknya Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia dengan misi yang jelas yaitu memperjuangkan harkat dan martabat manusia, persis seperti Ajaran Sosial Gereja pertama tersebut.

Hari ini, pada peringatan ulang tahun Wanita Katolik RI ke-92, saya ingin mengajak kita semua mencermati kembali pesan Paus Fransiscus dalam surat “LAUDATO SI’, mi’ Signore” – “Praise be to you, my Lord”. Dengan sangat tepat, Paus Fransiscus menyebut bumi tempat tinggal kita ini sebagai our common home – rumah tempat tinggal kita bersama. “Rumah kita” ini harus dirawat bersama agar dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua – siapa saja yang ada di dalamnya. Saat ini kita seolah-olah sedang menyaksikan alam yang murka: dimana-mana, di seluruh dunia terjadi kenaikan air laut yang cukup tinggi dengan ombak yang tidak biasa. Hampir setiap hari dalam minggu-minggu ini kita disuguhi berita tentang rob – masuknya air laut jauh ke daratan di berbagai tempat, dan banjir yang melanda masuk ke wilayah-wilayah yang tidak biasa banjir. Atau berita tentang lelehnya gunung es di Kutub Utara dan Selatan yang luar biasa.

Mengapa fenomena alam ini terjadi? (Baca selanjutnya)

PAUS Fransiskus

PAUS Fransiskus mengajak setiap orang u ntuk memberi perhatian kepada persoalan lingkungan hidup.

Berbicara kepada umat setelah doa Angelus hari minggu kemarin (14/6) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus menghimbau kepada seluruh umat Katolik dan warga dunia untuk bertindak sebagai “Penjaga Ciptaan”. Ajakan ini disampaikan menjelang diterbitkannya Ensiklik tentang Lingkungan Hidup pada hari Kamis (18/6) mendatang.

“Marilah berdoa agar setiap orang dapat menerima pesan ini dan bertumbuh di dalam tanggung jawab terhadap “rumah bersama” yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita”

Rencananya, ensiklik ini akan berjudul “Laudato Si”, dan berfokus pada persoalan lingkungan hidup dan perubahan iklim. Pejabat Vatikan menyebutkan bahwa ensiklik ini adalah dokumen teologis dan bukan politis.

Ensiklik ini oleh banyak pengamat dinilai banyak mengambil perhatian pada permasalahan lingkungan hidup dan kaum miskin/negara-negara miskin. Oleh para ahli lingkungan hidup, ensiklik ini diharapkan akan memberi dorongan dan inspirasi bagi 1,2 milyar umat katolik di seluruh dunia untuk mendesak pemerintah di banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang pro lingkungan hidup. Ensiklik ini dianggap bisa menjadi titik penting yang menempatkan Gereja Katolik bersama para ilmuwan lingkungan hidup pada lini depan pelestarian lingkungan hidup, sebagai kolaborasi antara agama dan ilmu.

Dengan masuk pada wacana perdebatan soal lingkungan hidup, Paus Fransiskus dinilai sedang berusaha meredefinisi sebuah topik sekular (yang biasanya dikupas melalui data ilmiah), menggunakan teologi dan iman. Ensiklik ini nampaknya juga akan memuat kritik terhadap ekonomi, khususnya kapitalisme global yang mengeksploitasi lingkungan dan menciptakan kesenjangan yang besar di masyarakat.

“Kita jelas membutuhkan perubahan arah yang fundamental di dalam melindungi bumi dan warganya, yang mana akan menuntun kita untuk menghormati kemanusiaan,” ungkap Kardinal Peter Turkson, yang ikut serta di dalam menyusun draf ensiklik.

(www.sesawi.net)

INDONESIA MELAWAN KEJAHATAN SEKSUAL

Oleh: Megawati Soekarnoputri

Assalamualaikum, Wr,Wb
Salam Sejahtera
Om Swastiyastu
Nama Budaya

Saudara-saudara yang saya cintai, hari-hari belakangan kita terus disuguhi pemberitaan kekerasan seksual. Dari kasus pelecehan seksual, penyiksaan seksual, hingga perkosaan yang disertai pembunuhan. Ironisnya pelaku tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak dan remaja, yang melakukannya secara kolektif, seperti yang terjadi pada anak perempuan berusia 14 tahun, bernama Yuyun.

Para pelaku datang dari keluarga miskin. Mereka anak-anak putus sekolah, dan sebagian adalah pekerja anak di perkebunan. Ini bukan lagi kepribadiaan kita yang berbudi pekerti. Kasus kekerasan seksual, sesungguhnya bagi saya, merupakan persoalan krusial yang tidak memandang status ekonomi, sosial, pendidikan, bahkan agama. Kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja, pada siapa saja, dan oleh siapa saja.

Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara-negara lain, termasuk negara yang katanya merupakan negara maju, seperti di Amerika. Juga terjadi di Timur Tengah, yang korbannya sebagian adalah saudara-saudara kita, kaum perempuan yang mengais kehidupan sebagai buruh migran.

Saudara-saudara, bagi saya masalah kekerasan seksual adalah masalah moralitas, masalah etika yang harus dipandang secara komprehensif. Salah satunya melalui pendekatan keyakinan agama dan kepercayaan yang memberikan pencerahan dan kesadaran. Ajaran agama dan kepercayaan yang mampu mempertebal keimanan dengan jalan mengasah dan membatinkan, serta mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari prinsip-prinsip kemanusiaan, toleransi, kasih sayang dan empati. . . . .(selanjutnya)


Surat Gembala Konferensi Waligereja Indonesia

Tentang NARKOBA Jadilah Pembela Kehidupan ! Lawanlah Penyalahgunaan NARKOBA !

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan,
1. Setelah mengadakan studi mengenai narkoba dengan tema “Komitmen dan Peran Nyata Gereja Katolik Indonesia dalam Menyikapi Masalah Narkoba”, kami para Uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak seluruh umat untuk membela dan mencintai kehidupan dengan memerangi narkoba. Hari studi tersebut kami adakan karena keprihatinan kami yang mendalam atas semakin luasnya penyalahgunaan narkoba di negeri kita ini. Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan dan masalah sosial yang merusak sendi-sendi kehidupan baik bagi pengguna, keluarga maupun masyarakat. Terhadap kejahatan dan masalah sosial ini Gereja tidak boleh diam. Diteguhkan oleh sabda Tuhan, “Aku datang, agar mereka semua mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10b), kami mengajak seluruh umat melawan kejahatan sosial tersebut.

Penghargaan Rektor universitas sebelas maret "kategori ": perusahaan swasta consumer goods pelaksana CSR pengembang UMKM terbaik. (selanjutnya)



Ave Maria of Lourdes


DPP - WANITA KATOLIK - RI

Sekretariat

Telepon nomor: (021) 4758949
Fax nomor: (021) 475 7257
Email: info@dpp-wanitakatolik-ri.com

Dana Solidaritas ke rekening berikut:
1. BCA atas nama Wanita Katolik RI:
660 030028 6
2. Bank Mandiri atas nama Perkumpulan WK:
123 000 549 3418
Jangan lupa diberi keterangan DANA SOLIDARITAS

Nama Pimpinan:

(Masa Bakti 2013- 2018)
Ketua Presidium: Justina Rostiawati
Anggota Presidium I: Hildegard Della Pradipta Anggota Presidium II: Anastasia Irawatie Soedjadi

Berita

Juni. 22, 2015
Selamat kepada DPD Jawa Timur yang telah melaksanakan Konferda XIV DPD Jawa Timur tanggal 19-21 Juni 2015. Selamat atas terpilihnya Ibu Ety Irfanto sebagai Ketua Presidium, Ibu Inge Rutd sebagai Anggota Presidium I dan Ibu Yos Rinto sebagai Anggota Presidium II.

Konferda XIV DPD Jawa Timur

...............................................................................

Surat Pembaca

Rubrik baru di majalah KONTAK untuk berusaha mengakomodasi pertanyaan-pertanyan yang kerap di lontarkan para anggota Wanita Katolik RI. Ajukan pertanyaan-pertanyaan terkait organisasi Wanita Katolik RI dengan mengirimkan email kepada kami.


Kitab Suci Harian


Contact Information

DPP-WANITA KATOLIK-RI Sekretariat DPP-Wanita Katolik-RI
Phone: (021) 4758949
Fax: (021) 475 7257
info@dpp-wanitakatolik-ri.com